1 per 2
1 tahun dgn Dwipa:Tak cukup 2kali sua tuk ubah seraut wajah tak berekspresi.Kecut,senyumpun nyaris tak ada.Pertemuan ke-3 senyum mulai kuncup,kecutpun mulai manis.Tak sampai pertemuan ke-5,senyum mulai terkembang,manis seperti karamel. Tak lama,kamipun bersepakat.Mulailah jalan bergelombang,naik-turun tak tentu. Berbelok menghindari bukit. Terkadang kami pun mundur krn gunung cadas tak lagi tertembus.Yg aneh,senyumnya tak berubah jadi kuncup,dan karamelpun tetap karamel.T'lah setahun hidup sy tak lg 1 per 2 atau 3 per 4,tapi sdh 4 per 4, seperti birama lagu.Terkadang ada retakan,tapi tak lbh 1 per sejuta.Tak apalah.Bukan kekurangan, tapi seperti anggur,t'lah beragi,berjamur,ratusan tahun kemudian,anggur tetaplah anggur. Mungkin sy perlu kaki ke-3 agar tak limbung saat badai,tak hanyut saat banjir,tak jatuh tersungkur kala kaki lain tak menjejak bumi.Tak terlintas ada yg bs jadi kaki dan tangan ke-3.Itulah Dwipa.Tetap tersenyum,tetap manis bak karamel.Paling tdk bagi sy,1 per 2 jiwanya.
